Setelah Secara garis besar, perbedaan penerjemah tersumpah dan tidak tersumpah terletak pada pengakuan hukum yang dimiliki. Karena pengakuan itu dampaknya sangat luas, bisa merambah ke berbagai aspek. Sangat penting bagi masyarakat untuk memahami apa saja beda kedua profesi tersebut. Dengan memiliki pemahaman yang update, masyarakat bisa menghindari kesalahan persepsi dan bisa memilih jasa sesuai kebutuhan.
Perbedaan Penerjemah Tersumpah dan Tidak Tersumpah
Perbedaan antara profesi penerjemah tersumpah (Sworn Translator) dan penerjemah umum (non-Sworn Translator) cukup banyak. Pahami beberapa perbedaannya dengan menyimak artikel berikut.
- Kewenangan
Penerjemah tersumpah dari kacamata hukum punya wewenang untuk menerjemahkan berkas-berkas berkekuatan hukum dan resmi. Contoh berkas yang dimaksud adalah akta kelahiran, perjanjian, atau dokumen pengadilan. Penerjemah yang tidak tersumpah tak punya kewenangan secara hukum untuk menerjemahkan dokumen-dokumen resmi apapun.
- Pengakuan Legal
Dokumen yang di-translate oleh Sworn Translator hasilnya pasti diakui secara hukum. Pengakuan itu yang membuat hasil terjemahan kemudian dipakai untuk keperluan administratif. Contoh agenda yang perlu hasil translate Sworn Translator adalah pengajuan visa, apply beasiswa, pernikahan internasional, dan masih banyak lagi. Sementara dokumen yang diterjemahkan oleh penerjemah tidak tersumpah tidak memiliki pengakuan hukum yang sama.
- Proses Sertifikasi Pelaku Profesi
Translator tersumpah harus mengikuti ujian sertifikasi yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga terkait. Setelah lulus, mereka diambil sumpahnya. Penerjemah tidak tersumpah tidak perlu mengikuti ujian sertifikasi formal seperti yang dilakukan oleh Sworn Translator.
- Tanggung Jawab Hukum
Pengalihbahasa tersumpah memiliki tanggung jawab hukum jika terjadi kesalahan dalam penerjemahan yang dapat merugikan pihak lain. Mereka dapat dikenakan sanksi hukum. Sebaliknya, penerjemah tidak tersumpah tidak terikat oleh tanggung jawab hukum yang sama.
- Jenis Dokumen
Ahli alih bahasa tersumpah sering diterima untuk menerjemahkan dokumen resmi, seperti surat-surat kontrak atau dokumen untuk keperluan pengadilan. Penerjemah tidak tersumpah lebih sering menerjemahkan dokumen yang tidak memerlukan pengakuan resmi, seperti artikel atau teks ilmiah.
- Kerahasiaan
Setelah translator dilantik dan diambil sumpahnya, ia memiliki kode etik yang harus dipatuhi. Salah satu kode etik tersebut adalah menjaga kerahasiaan dokumen yang diterjemahkan sesuai sumpah yang diucapkannya. Sedangkan penerjemah tidak tersumpah, meski diharapkan menjaga kerahasiaan, tidak terikat secara hukum untuk melakukannya.
- Penerimaan Internasional
Dokumen yang diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah dapat diterima di luar negeri, terutama jika ada kebutuhan untuk keperluan legal di negara lain. Penerjemah tidak tersumpah, meskipun karyanya dapat berguna dalam konteks lain, tidak memiliki pengakuan internasional yang sama.
Memahami perbedaan penerjemah tersumpah dan tidak tersumpah sangat penting terutama untuk masyarakat yang punya agenda lintas negara. Masyarakat bisa mendapatkan layanan kedua penerjemah tersebut melalui Bandung Translate, website yang dikelola di bawah naungan Master Translate.





